FUNGSI MEGGER
Selain untuk memeriksa tahanan isolasi Generator atau Motor listrik,
Megger digunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat² listrik atau
instalasi² tenaga listrik misalnya : kabel ,trafo , OCB, Jaring SUTM
dll. Tahanan Minimal untuk tahanan isolasinya adalah 1000 x tegangan kerja.
Tegangan alat ukur ini umumnya tegangan Tinggi arus searah yg
besarnya berkisar 500 V/ 10.000 Volt.Tegangan megger dipilih berdasar
tegangan kerja daripada sistem tegangan kerja peralatan atau instalasi
yang akan diuji
Hasil pengujian ditetapkan bahwa harga penahan isolasi minimum = 1000 X tegangan kerja peralatan yang akan diuji
Prosedur Pengukuran.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan pengukuran
adalah alat yang diukur harus bebas tegangan AC / DC atau tegangan
induksi, karena tegangan tersebut akan mempengaruhi hasil pengukuran.
Prosedur Pengukuran.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan pengukuran
adalah alat yang diukur harus bebas tegangan AC / DC atau tegangan
induksi, karena tegangan tersebut akan mempengaruhi hasil ukur.
Megger Merk Metriso 5000 dan laksanakan sesuai prosedur pengukuran sebagai berikut :
1) Check batere apakah dalam kondisi baik.
2) Mekanikal zero check pada kondisi megger off, jarum penunjuk harus
tepat berimpit dengan garis skala. Bila tidak tepat, atur pointer zero
(10) pada alat ukur.
3) Lakukan elektrikal zero check:
• Pasang kabel test pada megger terminal (1) dan (3), serta hubung singkatkan ujung yang lain.
• Letakkan saklar pemilih (8) di posisi 500.
• Letakkan saklar pemilih skala (7) pada posisi skala 1.
• On-kan megger, jarum akan bergerak dan harus menunjuk tepat keangka
nol, bila tidak tepat atur pointer (11). Bila dengan pengaturan pointer
tidak berhasil (penunjukan tidak mencapai nol) periksa / ganti batere.
• Off-kan megger dan ulangi poin pengecekan elektrikal zero.
4) Pasang kabel test ke peralatan yang diukur .
5) Pilih tegangan ukur melalui saklar (8) sesuai tegangan kerja alat yang diukur.
6) On-kan megger, baca tampilan pada skalanya
Bila skala 1 hasil ukur menunjuk, pindahkan ke pemilih skala 2, bila
hasilnya sama pindahkan ke skala 3, dan tunggu sampai waktu pengukuran
yang ditentukan ( 0,5 – 1 menit) atau jarum penunjuk tidak bergerak
lagi.
Catat hasil ukur dan kalikan dengan factor kali alat ukur, bandingkan
hasil ukur dengan standard tahanan isolasi. Harga terendah 1 MΩ / kV.
Thursday, 5 March 2015
Cara Menggunakan Multimeter / Multitester dan Bagian-Bagian Multimeter
Cara Menggunakan Multimeter / Multitester
Sehubungan dengan tuntutan akan keakurasian nilai pengukuran dan kemudahan pemakaiannya serta didukung dengan harga yang semakin terjangkau, Digital Multimeter (DMM) menjadi lebih populer dan lebih banyak dipergunakan oleh para Teknisi Elektronika ataupun penghobi Elektronika.
Dengan perkembangan teknologi, kini sebuah Multimeter atau Multitester tidak hanya dapat mengukur Ampere, Voltage dan Ohm atau disingkat dengan AVO, tetapi dapat juga mengukur Kapasitansi, Frekuensi dan Induksi dalam satu unit (terutama pada Multimeter Digital). Beberapa kemampuan pengukuran Multimeter yang banyak terdapat di pasaran antara lain :
- Voltage (Tegangan) AC dan DC satuan pengukuran Volt
- Current (Arus Listrik) satuan pengukuran Ampere
- Resistance (Hambatan) satuan pengukuran Ohm
- Capacitance (Kapasitansi) satuan pengukuran Farad
- Frequency (Frekuensi) satuan pengukuran Hertz
- Inductance (Induktansi) satuan pengukuran Henry
- Pengukuran atau Pengujian Dioda
- Pengukuran atau Pengujian Transistor
Bagian-bagian penting Multimeter
Multimeter atau multitester pada umumnya terdiri dari 3 bagian penting, diantanya adalah :- Display
- Saklar Selektor
- Probe
Cara Menggunakan Multimeter untuk Mengukur Tegangan, Arus listrik dan Resistansi
Berikut ini cara menggunakan Multimeter untuk mengukur beberapa fungsi dasar Multimeter seperti Volt Meter (mengukur tegangan), Ampere Meter (mengukur Arus listrik) dan Ohm Meter (mengukur Resistansi atau Hambatan)1. Cara Mengukur Tegangan DC (DC Voltage)
- Atur Posisi Saklar Selektor ke DCV
- Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur.
Jika ingin mengukur 6 Volt, putar saklar selector ke 12 Volt (khusus
Analog Multimeter)
**Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang lebih tinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter. - Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Probe Merah pada terminal Positif (+) dan Probe Hitam ke terminal Negatif (-). Hati-hati agar jangan sampai terbalik.
- Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.
2. Cara Mengukur Tegangan AC (AC Voltage)
- Atur Posisi Saklar Selektor ke ACV
- Pilih skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika
ingin mengukur 220 Volt, putar saklar selector ke 300 Volt (khusus
Analog Multimeter)
**Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang tertinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter. - Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Untuk Tegangan AC, tidak ada polaritas Negatif (-) dan Positif (+)
- Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.
3. Cara Mengukur Arus Listrik (Ampere)
- Atur Posisi Saklar Selektor ke DCA
- Pilih skala sesuai dengan perkiraan arus yang akan diukur. Jika Arus yang akan diukur adalah 100mA maka putarlah saklar selector ke 300mA (0.3A). Jika Arus yang diukur melebihi skala yang dipilih, maka sekering (fuse) dalam Multimeter akan putus. Kita harus menggantinya sebelum kita dapat memakainya lagi.
- Putuskan Jalur catu daya (power supply) yang terhubung ke beban,
- Kemudian hubungkan probe Multimeter ke terminal Jalur yang kita putuskan tersebut. Probe Merah ke Output Tegangan Positif (+) dan Probe Hitam ke Input Tegangan (+) Beban ataupun Rangkaian yang akan kita ukur. Untuk lebih jelas, silakan lihat gambar berikut ini.
- Baca hasil pengukuran di Display Multimeter
4. Cara Mengukur Resistor (Ohm)
- Atur Posisi Saklar Selektor ke Ohm (Ω)
- Pilih skala sesuai dengan perkiraan Ohm yang akan diukur. Biasanya diawali ke tanda “X” yang artinya adalah “Kali”. (khusus Multimeter Analog)
- Hubungkan probe ke komponen Resistor, tidak ada polaritas, jadi boleh terbalik.
- Baca hasil pengukuran di Display Multimeter. (Khusus untuk Analog
Multimeter, diperlukan pengalian dengan setting di langkah ke-2)
By:
Unknown
On 13:31
RESISTOR - Pengertian Resistor dan Cara menghitung nilai Resistor berdasarkan Kode Warna dan Kode Angka dan Tabel Kode Warna Resistor
Cara Membaca Nilai Resistor – Resistor merupakan komponen penting dan sering dijumpai dalam sirkuit Elektronik. Boleh dikatakan hampir setiap sirkuit Elektronik pasti ada Resistor. Tetapi banyak diantara kita yang bekerja di perusahaan perakitan Elektronik maupun yang menggunakan peralatan Elektronik tersebut tidak mengetahui cara membaca kode warna ataupun kode angka yang ada ditubuh Resistor itu sendiri.
Berdasarkan bentuknya dan proses pemasangannya pada PCB, Resistor terdiri 2 bentuk yaitu bentuk Komponen Axial/Radial dan Komponen Chip. Untuk bentuk Komponen Axial/Radial, nilai resistor diwakili oleh kode warna sehingga kita harus mengetahui cara membaca dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam warna tersebut sedangkan untuk komponen chip, nilainya diwakili oleh Kode tertentu sehingga lebih mudah dalam membacanya.
Kita juga bisa mengetahui nilai suatu Resistor dengan cara menggunakan alat pengukur Ohm Meter atau MultiMeter. Satuan nilai Resistor adalah Ohm (Ω).
Cara menghitung nilai Resistor berdasarkan Kode Warna
Seperti yang dikatakan sebelumnya, nilai Resistor yang berbentuk Axial adalah diwakili oleh Warna-warna yang terdapat di tubuh (body) Resistor itu sendiri dalam bentuk Gelang. Umumnya terdapat 4 Gelang di tubuh Resistor, tetapi ada juga yang 5 Gelang.Gelang warna Emas dan Perak biasanya terletak agak jauh dari gelang warna lainnya sebagai tanda gelang terakhir. Gelang Terakhirnya ini juga merupakan nilai toleransi pada nilai Resistor yang bersangkutan.
Tabel dibawah ini adalah warna-warna yang terdapat di Tubuh Resistor :
Perhitungan untuk Resistor dengan 4 Gelang warna :
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-3 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut
Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan105
Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.
Perhitungan untuk Resistor dengan 5 Gelang warna :
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang k3-3
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut
Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5
Gelang ke 4 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 5 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 105 * 105 = 10.500.000 Ohm atau 10,5 MOhm dengan toleransi 10%.
Contoh-contoh perhitungan lainnya :
Merah, Merah, Merah, Emas → 22 *102 = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm dengan 5% toleransi
Kuning, Ungu, Orange, Perak → 47 * 103 = 47.000 Ohm atau 47 Kilo Ohm dengan 10% toleransi
Cara menghitung Toleransi :
2.200 Ohm dengan Toleransi 5% =
2200 – 5% = 2.090
2200 + 5% = 2.310
ini artinya nilai Resistor tersebut akan berkisar antara 2.090 Ohm ~ 2.310 Ohm
Untuk mempermudah menghafalkan warna di Resistor, kami memakai singkatan seperti berikut :
HI CO ME O KU JAU BI UNG A PU
(HItam, COklat, MErah, Orange, KUning. HiJAU, BIru, UNGu, Abu-abu, PUtih)
Cara menghitung nilai Resistor berdasarkan Kode Angka :
Membaca nilai Resistor yang berbentuk komponen Chip lebih mudah dari Komponen Axial, karena tidak menggunakan kode warna sebagai pengganti nilainya. Kode yang digunakan oleh Resistor yang berbentuk Komponen Chip menggunakan Kode Angka langsung jadi sangat mudah dibaca atau disebut dengan Body Code Resistor (Kode Tubuh Resistor)Contoh :
Kode Angka yang tertulis di badan Komponen Chip Resistor adalah 4 7 3;
Cara pembacaannya adalah :
Masukkan Angka ke-1 langsung = 4
Masukkan Angka ke-2 langsung = 7
Masukkan Jumlah nol dari Angka ke 3 = 000 (3 nol) atau kalikan dengan 103
Maka nilainya adalah 47.000 Ohm atau 47 kilo Ohm (47 kOhm)
Contoh-contoh perhitungan lainnya :
222 → 22 * 102 = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm
103 → 10 * 103 = 10.000 Ohm atau 10 Kilo Ohm
334 → 33 * 104 = 330.000 Ohm atau 330 Kilo Ohm
Ada juga yang memakai kode angka seperti dibawah ini :
(Tulisan R menandakan letaknya koma decimal)
4R7 = 4,7 Ohm
0R22 = 0,22 Ohm
Keterangan :
Ohm = Ω
Kilo Ohm = KΩ
Mega Ohm = MΩ
1.000 Ohm = 1 kilo Ohm (1 KΩ )
1.000.000 Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)
1.000 kilo Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)
By:
Unknown
On 13:27
TRANSISTOR - Pengertian, Cara kerja, Jenis-jenis Transistor
Home»Transistor»Pengertian Transistor
Pengertian Transistor
Pengertian Transistor adalah komponen elektronika semikonduktor yang memiliki 3 kaki elektroda, yaitu Basis (Dasar), Kolektor (Pengumpul) dan Emitor (Pemancar). Komponen ini berfungsi sebagai penguat, pemutus dan penyambung (switching), stabilitasi tegangan, modulasi sinyal dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Selain itu, transistor juga dapat digunakan sebagai kran listrik sehingga dapat mengalirkan listrik dengan sangat akurat dan sumber listriknya.Transistor sebenarnya berasal dari kata “transfer” yang berarti pemindahan dan “resistor” yang berarti penghambat. Dari kedua kata tersebut dapat kita simpulkan, pengertian transistor adalah pemindahan atau peralihan bahan setengah penghantar menjadi suhu tertentu. Transistor pertama kali ditemukan pada tahun 1948 oleh William Shockley, John Barden dan W.H, Brattain. Tetapi, komponen ini mulai digunakan pada tahun 1958. Jenis Transistor terbagi menjadi 2, yaitu transistor tipe P-N-P dan transistor N-P-N.
Gambar Tentang Pengertian Transistor
Cara Kerja Transistor hampir sama dengan resistor yang mempunyai tipe dasar modern. Tipe dasar modern terbagi menjadi 2, yaitu Bipolar Junction Transistor atau biasa di singkat BJT dan Field Effect Transistor atau FET. BJT dapat bekerja bedasarkan arus inputnya, sedangkan FET bekerja berdasarkan tegangan inputnya.
Dalam dunia elektronika modern, transistor merupakan komponen yang sangat penting terutama dalam rangkaian analog karena fungsinya sebagai penguat. Rangkaian analog terdiri dari pengeras suara, sumber listrik stabil dan penguat sinyal radio. Tidak hanya rangkaian analog, di dalam rangkaian digital juga terdapat transistor yang digunakan sebagai saklar dengan kecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat di rangkai sehingga berfungsi sebagai logic gate.
Jenis-Jenis Transistor juga berbeda-beda, berdasarkan kategorinya dibedakan seperti materi semikonduktor, kemasan fisik, tipe, polaritas, maximum kapasitas daya, maximum frekuensi kerja, aplikasi dan masih banyak lagi jenis yang lainnya.
By:
Unknown
On 13:23
INDUKTOR - Pengertian dan Fungsi Induktor beserta Jenis-jenisnya
Pengertian dan Fungsi Induktor beserta Jenis-jenisnya
Kemampuan Induktor atau Coil dalam menyimpan Energi Magnet disebut dengan Induktansi yang satuan unitnya adalah Henry (H). Satuan Henry pada umumnya terlalu besar untuk Komponen Induktor yang terdapat di Rangkaian Elektronika. Oleh Karena itu, Satuan-satuan yang merupakan turunan dari Henry digunakan untuk menyatakan kemampuan induktansi sebuah Induktor atau Coil. Satuan-satuan turunan dari Henry tersebut diantaranya adalah milihenry (mH) dan microhenry (µH). Simbol yang digunakan untuk melambangkan Induktor dalam Rangkaian Elektronika adalah huruf “L”.
Simbol Induktor
Berikut ini adalah Simbol-simbol Induktor :Nilai Induktansi sebuah Induktor (Coil) tergantung pada 4 faktor, diantaranya adalah :
- Jumlah Lilitan, semakin banyak lilitannya semakin tinggi Induktasinya
- Diameter Induktor, Semakin besar diameternya semakin tinggi pula induktansinya
- Permeabilitas Inti, yaitu bahan Inti yang digunakan seperti Udara, Besi ataupun Ferit.
- Ukuran Panjang Induktor, semakin pendek inductor (Koil) tersebut semakin tinggi induktansinya.
Jenis-jenis Induktor (Coil)
Berdasarkan bentuk dan bahan inti-nya, Induktor dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah :- Air Core Inductor – Menggunakan Udara sebagai Intinya
- Iron Core Inductor – Menggunakan bahan Besi sebagai Intinya
- Ferrite Core Inductor – Menggunakan bahan Ferit sebagai Intinya
- Torroidal Core Inductor – Menggunakan Inti yang berbentuk O Ring (bentuk Donat)
- Laminated Core Induction – Menggunakan Inti yang terdiri dari beberapa lapis lempengan logam yang ditempelkan secara paralel. Masing-masing lempengan logam diberikan Isolator.
- Variable Inductor – Induktor yang nilai induktansinya dapat diatur sesuai dengan keinginan. Inti dari Variable Inductor pada umumnya terbuat dari bahan Ferit yang dapat diputar-putar.
Fungsi Induktor (Coil) dan Aplikasinya
Fungsi-fungsi Induktor atau Coil diantaranya adalah dapat menyimpan arus listrik dalam medan magnet, menapis (Filter) Frekuensi tertentu, menahan arus bolak-balik (AC), meneruskan arus searah (DC) dan pembangkit getaran serta melipatgandakan tegangan.Berdasarkan Fungsi diatas, Induktor atau Coil ini pada umumnya diaplikasikan :
- Sebagai Filter dalam Rangkaian yang berkaitan dengan Frekuensi
- Transformator (Transformer)
- Motor Listrik
- Solenoid
- Relay
- Speaker
- Microphone
By:
Unknown
On 13:20
Pengertian Generator, Cara Kerja Generator, Jenis Jenis Generator
Pengertian Generator, Cara Kerja Generator, Jenis Jenis Generator
Pengertian generator adalah sebuah mesin yang mengubah energi mekanis (gerak) menjadi energi elektris (listrik)Prinsip dan cara kerja generator
generator bekerja berdasarkan hukum faraday yakni apabila suatu penghantar diputarkan didalam sebuah medan magnet sehingga memotong garis garis gaya magnet maka pada ujung penghantar tersebut akan timbulkan ggl (garis gaya listrik) yang mempunyai satuan volt.
Jenis jenis generator :
1. Jenis generator berdasarkan letak kutubnya dibagi menjadi : a. generator kutub dalam : generator kutub dalam mempunyai medan magnet yang terletak pada bagian yang berputar (rotor).
b. generator kutub luar : generator kutub luar mempunyai medan magnet yang terletak pada bagian yang diam (stator)
2. Jenis generator berdasarkan putaran medan dibagi menjadi :
a. generator sinkron b. generator asinkron
3. Jenis generator berdasarkan jenis arus yang dibangkitkan
a. generator arus searah (DC)
b. generator arus bolak balik (AC)
4. Jenis generator dilihat dari fasanya
a. generator satu fasa
b. generator tiga fasa
5. Jenis generator berdasarkan bentuk rotornya :
a. generator rotor kutub menonjol biasa digunakan pada generator dengan rpm rendah seperti PLTA dan PLTD
b. generator rotor kutub rata (silindris) --> biasa digunakan pada pembangkit listrik / generator dengan putaran rpm tinggi seperti PLTG dan PLTU
By:
Unknown
On 13:02
Pengertian Generator dan Penjelasannya
Generator adalah sumber tegangan
listrik yang diperoleh melalui perubahan energi mekanik menjadi energi
listrik. Generator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik,
yaitu dengan memutar suatu kumparan dalam medan magnet
sehingga timbul ggl induksi. Generator mempunyai dua komponen utama,
yaitu bagian yang diam (stator) dan bagian yang bergerak (rotor). Rotor
berhubungan dengan poros generator yang berputar di pusat stator. Poros
generator biasanya diputar menggunakan usaha luar yang dapat berasal
dari turbin, baik turbin air atau turbin uap dan selanjutnya berproses menghasilkan arus listrik.
![]() |
| Generator |
Terdapat dua jenis generator, yaitu generator arus bolak-balik (AC) dan generator arus searah (DC). Generator
arus bolak-balik sering disebut juga dengan alternator. Alat ini
terdiri atas magnet dengan kutub berbentuk cekung dan kumparan kawat
yang dililitkan pada suatu armatur dan dapat berputar dalam suatu medan
magnet. Armatur berupa kumparan persegi dengan lilitan mengitari sebuah
inti besi lunak. Generator arus searah sering disebut juga dengan
dinamo. Alat ini terdiri atas magnet dan kumparan kawat yang dililitkan
pada suatu armatur dan dapat berputar dalam suatu medan magnet.
Perbedaannya dengan generator AC adalah pada bagian komponen yang
berhubungan dengan ujung kumparan yang berputar. Dinamo mcnggunakan
sebuah cincin belah atau disebut sebagai komutator, sedangkan generator
AC menggunakan dua buah slip ring.
By:
Unknown
On 13:00
Wednesday, 4 March 2015
Macam-Macam Simbol Komponen Listrik
Macam-Macam Simbol Komponen Listrik
| SIMBOL | NAMA KOMPONEN | KETERANGAN |
|---|---|---|
| Simbol Sambungan | ||
| Kabel/ Wire Listrik | Kabel penghubung (konduktor) | |
| Koneksi kabel | Terhubung | |
| Kabel tidak koneksi | Terputus (tidak terhubung) | |
| Simbol Saklar (Switch) dan Simbol Relay | ||
| Toggle Switch SPST | Terputus dalam kondisi open | |
| Toggle Switch SPDT | Memilih dua terminal koneksi | |
| Saklar Push-Button (NO) | Terhubung ketika ditekan | |
| Saklar Push-Button (NC) | Terputus ketika ditekan | |
| DIP Switch | Multiswitch(Saklar banyak) | |
| Relay SPST | Koneksi (Open dan Close) digerakan oleh elektromagnetik. | |
| Relay SPDT | ||
| Jumper | Koneksi dengan pemasangan jumper | |
| Solder Bridge | Koneksi dengan cara disolder | |
| Simbol Ground | ||
| Earth Ground | Referensi 0 sebuah sumber listrik | |
| Chassis Ground | Ground yang dihubungkan pada body sebuah rangkaian listrik | |
| Common/ Digital Ground | ||
| Simbol Resistor | ||
| Resistor | Resistor berfungsi untuk menahan arus yang mengalir dalam rangkaian listrik | |
| Resistor | ||
| Potensio Meter | Menahan arus dalam rangkaian listrik tetapi nilai resistansi dari 3 titik terminal dapat diatur | |
| Potensio Meter | ||
| Variable Resistor | Menahan arus dalam rangkaian listrik tetapi nilai resistansi dari 2 titik terminal dapat diatur | |
| Variable Resistor | ||
| Simbol Condensator (Kapasitor) | ||
| Condensator Bipolar | Berfungsi untuk menyimpan arus listrik sementara waktu | |
| Condensator Nonpolar | ||
| Condensator Bipolar | Electrolytic Condensator (ELCO) | |
| Kapasitor berpolar | Electrolytic Condensator (ELCO) | |
| Kapasitor Variable | Condensator yang nilai kapasitansinya dapat diatur | |
| Simbol Kumparan (Induktor) | ||
| Induktor, lilitan, kumparan, spul, coil | Dapat menghasilkan medan magnet ketika dialiri arus listrik | |
| Induktor dengan inti besi | Kumparan dengan inti besi seperi pada trafo | |
| Variable Induktor | Lilitan yang nilai induktansinya dapat diatur | |
| Simbol Power Supply | ||
| Sumber tegangan DC | Menghasilkan tegangan searah tetap (konstan) | |
| Sumber Arus | Menghasilkan sumber arus tetap | |
| Sumber tegangan AC | Sumber teganga bolak-balik seperti dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) | |
| Generator | Penghasil tegangan listrik bolah-balik seperti pembangkit listrik di PLN (Perusahaan Listrik Negara) | |
| Battery | Menghasilkan tegangan searah tetap | |
| Battery lebih dari satu Cell | Menghasilkan tegagan searah tetap | |
| Sumber tegangan yang dapat diatur | Sumber tegangan yang berasal dari rangkaian listrik lain | |
| Sumber arus yang dapat diatur | Sumber arus yang berasal dari rangkaian listrik lain | |
| Simbol Meter (Alat Ukur) | ||
| Volt Meter | Mengukur tegangan listrik dengan satuan Volt | |
| Ampere Meter | Mengukur arus listrik dengan satuan Ampere | |
| Ohm Meter | Mengukur resistansi dengan satuan Ohm | |
| Watt Metter | Mengukur daya listrik dengan satuan Watt | |
| Simbol Lampu | ||
| Lampu | Akan menghasilkan cahaya ketika dialiri arus listrik | |
| Lampu | ||
| Lampu | ||
| Simbol Dioda | ||
| Dioda | Berfungsi sebagai penyearah yang dapat mengalirkan arus listrik satu arah (forward bias) | |
| Dioda Zener | Penyetabil Tegangan DC (Searah) | |
| Dioda Schottky | Dioda dengan drop tegangan rendah, biasanya terdapat dalam IC logika | |
| Dioda Varactor | Gabungan Dioda dan Kapasitor | |
| Dioda Tunnel | Dioda Tunnel | |
| LED (Light Emitting Diode) | Akan menghasilkan cahaya ketika dialiri arus listrik DC satu arah | |
| Photo Dioda | Menhasilkan arus listrik ketika mendapat cahaya | |
| Simbol Transistor | ||
| Transitor Bipolar NPN | Arus listrik akan mengalir (EC) ketika basis (B) diberi positif | |
| Transistor Bipolar PNP | Arus listrik akan mengalir (CE) ketika basis (B) diberi negatif | |
| Transitor Darlington | Gabungan dari dua transistor Bipolar untuk meningkatkan penguatan | |
| Transistor JFET-N | Field Effect Transistor kanal N | |
| Transistor JFET-P | Field Effect Transistor kanal P | |
| Transistor NMOS | Transistor MOSFET kanal N | |
| Transistor PMOS | Transistor MOSFET kanal P | |
| Simbol Komponen Lain | ||
| Motor | Motor Listrik | |
| Trafo, Transformer, Transformator | Penurun dan penaik tegangan AC (Bolak Balik) | |
| Bel Listrik | Berbunyi ketika dialiri arus listrik | |
| Buzzer | Penghasil suara buzz saat dialiri arus listrik | |
| Fuse, Sikring | Pengaman. Akan putus ketika melebihi kapasitas arus | |
| Fuse, Sikring | ||
| Bus | Terdiri dari banyak jalur data atau jalur address | |
| Bus | ||
| Bus | ||
| Opto Coupler | Sebagi isolasi antar dua rangkaian yang berbeda. Dihubungkan oleh cahaya | |
| Speaker | Mengubah signal listrik menjadi suara | |
| Mic, Microphone | Mengubah signal suara menjadi arus listrik | |
| Op-Amp, Operational Amplifier | Penguat signal input | |
| Schmitt Trigger | Dapat mengurangi noise | |
| ADC, Analog to Digital | Mengubah signal analog menjadi data digital | |
| DAC, Digital to Analog | Mengubah data digital menjadi signal analog | |
| Crystal, Ocsilator | Penghasil pulsa | |
| Simbol Antenna | ||
| Antenna | Pemancar dan penerima signa radio | |
| Antenna | ||
| Dipole Antenna | Gabungan dari simple Antenna | |
| Simbol Gerbang Logika (Digital) | ||
| NOT Gate | Output akan merupakan kebalikan input | |
| AND Gate | Output akan 0 jika salah satu input 0 | |
| NAND Gate | Output akan 1 jika salah satu input 0 | |
| OR Gate | Output akan 1 jika salah satu input 1 | |
| NOR Gate | Output akan0 jika salah satu input 1 | |
| EX-OR Gate | Output akan 0 jika input sama | |
| D-Flip-Flop | Dapat berfungsi sebagai penyimpad data | |
| Multiplexer 2 to 1 | Menyeleksi salah satu data input yang akan dikirim ke output | |
| Multiplexer 4 to 1 | ||
| D-Multiplexer 1 to 4 | Menyeleksi data input untuk dikirim ke salah satu output | |
Semoga informasi kumpulan daftar simbol komponen elektronika dan komponen listrik diatas dapat bermanfaat.
By:
Unknown
On 14:11
Subscribe to:
Posts (Atom)

